Minggu, 09 Februari 2020

Undangan ISSMU


Yth. Kiai/Ustaz..........................
di
T E M P A T

Assalamualaikum Wr. Wb.
Mengharap dengan hormat kehadiran Kiai/Ustadz/Bapak/Saudara nanti pada :

Hari/Tanggal           : Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441/ 19 Februari 2020
Waktu                    : Pukul 08.00 WIB s.d Selesai
Tempat                  : Kediaman Ust. Abd. Wahed (Kepala Desa Tapaan)
          Alamat                   : Puskesmas Tapaan ke Barat| Dsn Gumurong, Ds. Tapaan Banyuates
Acara                     : Musyawarah dan pembacaan Kitab Tadzhib oleh KH. Usuluddin
Qori'                       : Ust. Ghozali
                              : Ust. Fauzi
Moderator              : Ust. Hasan Basri, M.Pd.I
Bacaan                   :    فصل في احكام القسامة ....340

Demikian undangan ini kami buat, atas perhatian dan sudi hadirnya kami sampaikan terima kasih.
               Wassalamualaikum Wr. Wb



.................................................................................................................................................................

Deskripsi masalah:
          Di sebuah daerah ada kebiasaan yang dianggap positif bagi warganya. Dimana setiap ada orang meninggal dunia di bagian kain kafan diberikan tulisan lafaz Allah / Asmaul Husna. Mereka berasumsi bahwa dengan dituliskannya lafaz Allah/ Asmaul Husna tersebut membuat si mayat akan bebas dari siksa kubur. (Hasan Basri)

Pertanyaan:
1.     Bagaimana hukum kain kafan yang ditulis lafaz Allah atau Asmaul Husna dengan tujuan agar Si Mayat selamat dari siksa kubur?

Deskripsi masalah:
Sering kita jumpai di masjid rontokan rambut, kuku, kadang tumit kaki pecah-pecah (regghes/bitkobbit ennah tongka’ - red Madura) berserakan. Terkadang ada teman berinisiatif mengambil sisa-sisa kotoran tersebut dan menaruhnya di dalam saku agar tidak mengotori masjid.
Suatu ketika Dia lupa membuangnya dan Dia shalat memakai baju yang ada sisa kotoran. Sedang kita menyakini bahwa bagian juz yang terpisah dari asalnya termasuk bangkai (bebhetang). (H. Abd. Aziz Jauhari)

Pertanyaan:
1.     Bagaimana hukum shalat orang yang membawa sisa kotoran dalam saku di atas?

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More