Senin, 06 Januari 2020

Bahtsul Masail

Deskripsi Masalah:
           Di sebuah daerah ada kebiasaan yang dianggap positif bagi warganya. Dimana setiap ada orang meninggal dunia di bagian kafan diberikan tulisan lafadz Allah / Asmaul Husna. Mereka berasumsi bahwa dengan dituliskannya lafadz Allah / Asmaul Husna tersebut membuat si mayat akan bebas dari siksa kubur. (Hasan Basri).

Pertanyaan:
     Bagaimana hukum kain kafan yang ditulis lafadz allah atau Asmaul Husna dengan tujuan agar si Mayat selamat dari siksa kubur?

Deskripsi Masalah:
            Sering kita jumpai di masjid rontokan rambut, kuku, kadang tumit kaki pecah-pecah (regges/bit kobbit ennah tongka' - red Madura) berserakan. Terkadang ada teman berinisiatif mengambil sisa-sisa kotoran tersebut dan menaruhnya di dalam saku agar tidak mengotori masjid.
            Suatu ketika dia lupa membuangnya dan dia sholat memakai baju yang ada sisa kotoran. Sedang kita meyakini bahwa bagian juz yang terpisah dari asalnya termasuk bangkai (bebhetang). (H. Abd. Aziz Jauhari).

Pertanyaan:
       Bagaimana hukum sholat orang yang membawa sisa kotorang di dalam saku di atas?

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More