Alumni Sambut Tamu Undangan

Sambutan Hangat dari Alumni kepada Tamu Undangan di Acara Tahlil Akbar

Sang Guru

Pengasuh Pondok Pesantren Salafy Nurul Huda K.H. Usuluddin bin K.H. Abdul Mannan Muntaha Kembang Jeruk Banyuates Sampang.

Penuh Ekspresi

Semangat Alumni Menyambut Tamu Undangan di Acara Haul Masyaikh.

Doa Bersama

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Dialog Santun Para Masyaikh

Penuh Kelembutan dan Takdzim Para Masyaikh dalam Bincang Santai di Acara Maulid Nabi Muhammad.

Minggu, 09 Februari 2020

Undangan ISSMU


Yth. Kiai/Ustaz..........................
di
T E M P A T

Assalamualaikum Wr. Wb.
Mengharap dengan hormat kehadiran Kiai/Ustadz/Bapak/Saudara nanti pada :

Hari/Tanggal           : Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441/ 19 Februari 2020
Waktu                    : Pukul 08.00 WIB s.d Selesai
Tempat                  : Kediaman Ust. Abd. Wahed (Kepala Desa Tapaan)
          Alamat                   : Puskesmas Tapaan ke Barat| Dsn Gumurong, Ds. Tapaan Banyuates
Acara                     : Musyawarah dan pembacaan Kitab Tadzhib oleh KH. Usuluddin
Qori'                       : Ust. Ghozali
                              : Ust. Fauzi
Moderator              : Ust. Hasan Basri, M.Pd.I
Bacaan                   :    فصل في احكام القسامة ....340

Demikian undangan ini kami buat, atas perhatian dan sudi hadirnya kami sampaikan terima kasih.
               Wassalamualaikum Wr. Wb



.................................................................................................................................................................

Deskripsi masalah:
          Di sebuah daerah ada kebiasaan yang dianggap positif bagi warganya. Dimana setiap ada orang meninggal dunia di bagian kain kafan diberikan tulisan lafaz Allah / Asmaul Husna. Mereka berasumsi bahwa dengan dituliskannya lafaz Allah/ Asmaul Husna tersebut membuat si mayat akan bebas dari siksa kubur. (Hasan Basri)

Pertanyaan:
1.     Bagaimana hukum kain kafan yang ditulis lafaz Allah atau Asmaul Husna dengan tujuan agar Si Mayat selamat dari siksa kubur?

Deskripsi masalah:
Sering kita jumpai di masjid rontokan rambut, kuku, kadang tumit kaki pecah-pecah (regghes/bitkobbit ennah tongka’ - red Madura) berserakan. Terkadang ada teman berinisiatif mengambil sisa-sisa kotoran tersebut dan menaruhnya di dalam saku agar tidak mengotori masjid.
Suatu ketika Dia lupa membuangnya dan Dia shalat memakai baju yang ada sisa kotoran. Sedang kita menyakini bahwa bagian juz yang terpisah dari asalnya termasuk bangkai (bebhetang). (H. Abd. Aziz Jauhari)

Pertanyaan:
1.     Bagaimana hukum shalat orang yang membawa sisa kotoran dalam saku di atas?

Minggu, 19 Januari 2020

ISSMU-KAB Gelar Daurah Ilmiah Triwulan

Kalbar -  Dalam rangka safari ilmiah Pengasuh Pondok Pesantren Salafy Nurul Huda K.H. Usuluddin kembali bertolak ke Kalimantan Barat.

Acara yang diselenggarakan oleh Ikatan Santri simpatisan dan alumni Al-Muntahy (ISSMU-KAB) merupakan acara rutin pertiga bulan.

"Alhamdulillah, acara rutin Triwulan ISSMU-KAB berjalan dengan baik dan lancar, semoga kita mendapatkan barokah, amin" pungkas salah satu Alumni bernama Abdul Hasib di akun Facebooknya.

Rangkaian acara bakal digelar sesuai program ISSMU-KAB. Kunjungan kali ini juga sebagai Daurah Ilmiah kepada santri di Pondok Pesantren Nurul Huda 2 di Pontianak Kalbar. (19/1/2020).

Jumat, 17 Januari 2020

Alasan Kenapa 22 Oktober Sebagai Hari Santri Nasional, yang Pernah Nyantri Pasti Bangga !

Kenapa tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional ? Mungkin dari kita ada yang bertanya-tanya seperti itu. Setiap peristiwa pasti mempunyai sebuah sejarah tersendiri. Dan setiap sejarah pasti mempunyai makna dan filosofi yang harus kita ketahui.
Sehingga kita sebagai umat muslim dan khususnya untuk para santri harus mengetahui sejarah dan latar belakang ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.
Hari Santri merupakan sebuah hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan kaum santri dalam perjuangannya melawan penajajah yang bertepatan dengan resolusi jihad dari Mbah KH. Hasyim pada tanggal 22 Oktober.
Itulah alasan yang mendasari kenapa Hari Santri Nasional ditetapkan pada tanggal 22 Oktober, yang sebelumnya Presiden Jokowi berpendapat pada tanggal 1 Muharram.
Sejarah membuktikan, para santri bersama dengan pejuang lainnya mempunyai peran yang sangat penting dalam merebut kembali kedaulatan negara republik Indonesia dari penjajah bangsa asing.
Presiden Jokowi juga pernah mengamini peran historis dari kaum santri. Mereka yang ikut berjuang dan mempunyai peran dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, antara lain KH. Hasyim Asy’ari yang merupakan salah satu tokoh yang mendirikan Nahdatul Ulama, KH. Ahmad Dalan dari Muhammadiyah, A. Hassan dari Persis, Ahmad Soorhati dari Al Irsyad, dan Abdul Rahman dari Matlaul Anwar. 
Belum lagi para perwira atau prajurit Pembela Tanah Air yang ternyata banyak berasal dari kalangan santri. Sehingga perjuangan para santri harus diperingatkan menjadi salah satu Hari Besar di Indonesia.

Makna yang Terkandung dalam Hari Santri Nasional

Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober mempunyai makna yang begitu dalam bagi kalangan santri sendiri.
Dalam sejarah, peran mereka dalam memperjuangkan bangsa ini dari penjajah sudah tidak diragukan lagi. Mereka ikut berjuang dan mengorbankan nyawanya demi untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Sekarang ini, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional pada tahun 2015 lalu oleh Bapak Presiden Jokowi. Hari itu merupakan sebuah hari yang membangun semangat santri untuk lebih memperbaiki kualitas diri demi kemajuan bangsa Indonesia untuk kedepannya.
Karena mengingat sejarah itu sangat penting sekali. Dari sejarah kita akan mendapatkan ilmu dan wawasan yang begitu luas. Ingatan sejarah akan memberikan bekal ilmu pada zaman yang modern ini. 
Tujuannya apa ? Agar kita selalu bermuhasabah diri, memperbaiki kualitas pribadi demi kemajuan bangsa Indonesia untuk kedepannya.

Sejarah Hari Santri Nasional

Ada beberapa alasan pemerintah menjadikan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Presiden Jokowi menjelaskan besarnya peran santri untuk bangsa Indonesia. Para tokoh-tokoh besar yang mempunyai andil itulah yang membuat pemerintah menilai dan mempertimbangkan Hari Santri Nasional sangat penting ditetapkan.
Hal tersebut sangat berkaitan erat dengan peristiwa bersejarah bangsa Indonesia yang membawa bangsa Indonesia mendapatkan kemerdekaan dari para penjajah berkat perjuangan para santri dan campur tangan Tuhan Yang Maha Esa.
Resolusi jihad yang diceruskan oleh pendiri NU yaitu KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober pada tahun 1945 di Surabaya untuk mencegah dan mengahalangi kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatas namakan NICA.
KH. Hasyim Asy’ari sebagai tokoh besar pendiri Nahdatul Ulama menyerukan jihad dengan mengatakan bahwa “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap orang”
Seruan jihad itulah yang di kobarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari untuk membakar ssemangat para santri Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.
Jenderal Mallaby tewas dalam pertempuran yang berlangsung tiga hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 27, 28, 29 Oktober 1945. Ia tewas bersama dengan pasukannya yang kurang lebih sebanyak 2.000 pasukan.
Hal tersebut yang membuat marah angkatan perang Inggris, hingga berujung pada , peristiwa 10 November 1945 yang merupakan Hari Pahlawan. 
Kemerdekaan Indonesia memang tidak lepas dari perjuangan kaum santri dan kaum ulama. Itulah kenapa tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional.
Selamat Hari Santri Nasional. Semoga apa yang menjadi harapan diperingati Hari Santri Nasional ini dapat dilakukan dengan baik demi terciptanya negara yang maju.


Kamis, 16 Januari 2020

Apel Jelbut Serap Aspirasi Masyarakat melalui Kegiatan Ismu

Kegiatan rutin ISMU Kembang Jeruk kembali dihelat. Kali ini bertempat di Rumah Apel Jelbut Desa Kembang Jeruk Kec. Banyuates.

Seperti biasa acara rutinan dikemas dengan pembacaan Yasin, tahlil, dan doa bersama alumni dan simpatisan berharap mendapat barakah dari para masyaikh.

Pembacaan doa-doa dipimpin langsung oleh para tokoh dan pemuka agama di Desa Kembang Jeruk. Mereka dipandu secara bergilir oleh Mster of Ceremony (MC).

Kegiatan ini merupakan media silaturahim antara alumni, simpatisan, dan masyarakat. Baik alumni muda, remaja, maupun senior. Semua berkumpul dalam tekad yang sama yaitu lii'lai kalimatillah.

Dikutip dari akun Medsos Apel Jelbut beliau berharap "Majlis silaturahmi, tahlil sebulan sekali itu semoga selalu kompak terjalin komunikasi yg erat. Mengharap ridho, barokah masyayikh AL MUNTAHY. (17/1/2020)


Senin, 13 Januari 2020



Jumat, 10 Januari 2020

HAUL





Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More